Double Top dan Double Bottom

Chart pattern yang menjadi perhatian kali ini adalah Double Top dan Double Bottom. Tipe pattern ini adalah reversal, yang berarti harga akan bergerak ke arah yang berlawanan dengan arah trend awal, setelah pattern terbentuk sempurna.

Bentuk pattern Double Top menyerupai huruf alphabet “M” sedangkan pattern Double Bottom mirip dengan huruf “W”. Kedua pattern ini sangat gampang untuk diidentifikasi bagi beginner sekalipun!

image

Karakteristik Double Top / Double Bottom, dan strategi tradingnya: Merupakan reversal chart pattern, yang berarti incar entry market pada arah trend yang berlawanan dengan trend awal. Double Top → open Sell  Double Bottom → open Buy.

  • Pattern resmi terbentuk setelah harga menembus level Support untuk Double Top, atau level Resistance untuk Double Bottom (i.e. breakout).

  • Open posisi hanya setelah pattern terbentuk agar menghindari risiko harga berputar balik (ingat contoh fake breakout!).

  • Pasang Stop Loss pada level Resistance untuk Double Top, atau level Support untuk Double Bottom.

  • Jarak Take Profit = jarak permulaan trend – level Support Double Top / level Resistance Double Bottom.

Contoh trading set-up Double Bottom pada chart (EUR/JPY Time Frame 2 Hours):

image

Catatan: Perhatikan bahwa analisa di atas hanya berupa penjelasan dan kami tidak bertanggung jawab atas trading Anda yang dilakukan atas dasar analisa ini! Keputusan terakhir dalam melakukan transaksi adalah tanggung jawab Anda!

(Ube)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s